Siapakah sahabat Nabi?
Menurut Kamus
Al-Ashhab, ash-Shahabah, Shahaba, Yashhubu, Shuhbatan, Shahabatan, Shahibun, artinya: teman bergaul, sahabat, teman duduk, penolong pengikut. As-Shahib artinya kawan bergaul, pemberi kritik, teman duduk, pengikut, teman atau orang yang melakukan atau menjaga sesuatu. Kata ini juga bisa diartikan sebagai orang yang mengikuti suatu paham atau mazhab tertentu. Misalnya, kita bisa bisa mengatakan: pengikut Imam Ja'far, pengikut Imam Syafi'I, pengikut Imam Malik dan lain-lain. Dapat juga kita menyatakannya seperti dalam frasa ishthahaba al-qaum, yang artinya, mereka saling bersahabat satu sama lain, atau ishthahaba al-bar, artinya, menyelamatkan unta (lih. Lisan-al-Arab Ibn Manzhur 1/915).
Menurut Peristilahan al-Qur'an
Kata as-Shuhbah – persahabatan- dapat diterapkan pada hubungan: antara seorang mukmin dengan mukmin yang lain (Kahfi ayat 6), antara seorang anak dengan kedua orang tuanya yang berbada keyakinan(Lukman ayat 15), antara dua orang yang sama-sama melakukan perjalanan(an-Nisa ayat 36), antara tabi (pengikut) dengan matbu' (yang mengikuti) (at-Taubah ayat 40), antara orang mukmin dengan orang kafir (al-Kahfi ayat 34 dan 37), antara orang kafir dengan orang kafir lainnya (al-Qamar ayat 29), antara seorang Nabi dengan kaumnya yang kafir yang berusaha menghalangi dari kebaikan dan mengembalikannya pada kesesatan (an-Najm ayat 2, Saba ayat 41) lihat juga Tafsir Ibn Katsir untuk masing-masing ayat di atas.
Ahlul Sunnah wal Jam'ah (selanjutnya kita sebut; Sunni) bersepakat dalam mendefenisikan sahabat dengan keadilan mereka (sahabat). Pendapat mereka antara lain: