Tampilkan postingan dengan label buku kritik hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku kritik hadis. Tampilkan semua postingan

26 Des 2010

Mengkritisi Sebagian Hadits riwayat Abu Hurairah (bagian ke-1)

oleh 'ibaadur Rahman pada 20 Oktober 2010 jam 17:15

Bentuk Adam Seperti Allah ?

Al Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah :" Allah mencipta Adam seperti bentuk (shurah) Allah, dengan panjang badan enam puluh hasta(kira-kira 27 meter)." Dan dari jalur Sa'id bin Musayyab: lebar badan Adam tujuh hasta / dzira', (yakni 3,15 meter).1)
Melalui jalur lain dengan lafal yang lain, "bila dua orang berkelahi, maka hindarilah memukul wajahnya, karena Allah membentuk Adam menurut bentuk -Nya."
Melalui jalur lain lagi, berbunyi : "bila memukul orang hindarilah wajah, dan janganlah berkata, 'mudah-mudahan Allah memburukkan wajahmu!' sebab, wajah Allah adalah sama dengan wajahmu, sebab sesungguhnya Allah membentuk Adam menurut bentuk-NYA."

Mengkritisi Sebagian Hadits riwayat Abu Hurairah (bagian ke-2)

oleh 'ibaadur Rahman pada 20 Oktober 2010 jam 17:16

Musa Menampar Malaikat ?

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Abu Hurairah : “ Rasul bersabda : “ Malaikat Maut datang kepada Musa dan berkata : ‘penuhilah kehendak Tuhanmu!’ Maka Nabi Musa pun menampar mata Malaikat Maut, sehingga biji Malaikat Maut keluar dari rongganya.

Maka Malaikat Maut kembali kepada Allah dan berkata : ‘sesungguhnya Engkau mengutusku kepada hamba Mu yang tiada menghendaki kematian, dan ia mencopot mataku’.

Maka Allah mengembalikan biji mata Malaikat Maut ke tempatnya semula, dan berfirman : ‘ Kembalilah, dan katakan padanya agar ia meletakkan tangannya di atas punggung seekor sapi, maka umurnya akan bertambah satu tahun untuk setiap bulu yang melekat di tangannya’.

Nabi Musa lalu bertanya kepada Allah : ‘sesudah itu bagaimana ?’ Allah menjawab : ‘sesudah itu, mati.’ Maka Musa berkata: ‘jika demikian, maka lebih baik aku mati sekarang saja’. Ia lalu memohon kepada Allah, agar ia didekatkan ke Tanah Suci, sejauh lemparan batu(1)

Buku Kritik Hadis Kontemporer (Penting dibaca setiap Muslim pejuang kemurnian as-Sunnah)

oleh 'ibaadur Rahman pada 22 Mei 2010 jam 17:43


Judul Buku : Adhwâ` ‘ala al-Sunnah al-Muhammadiyah
Penulis : Mahmud Abu Rayyah
Penerbit : Dar al-Ma’arif, Cairo
Cetakan : VI, 1994
Halaman : 395
Resentator : Mohammad Subhan Zamzami, Lc.*

Fakta sejarah mencatat bahwa fenomena kritik hadis di dunia Islam sudah ada sejak masa-masa awal Islam. Ini terbukti dengan adanya kritik seorang sahabat terhadap sahabat yang lain, seperti kritik Aisyah terhadap riwayat Abu Hurairah dan Ibnu Umar. Begitu pula pada masa-masa setelahnya bahkan hingga sekarang. Hanya saja, kritik terhadap mata rantai riwayat (sanad) mendapatkan porsi lebih daripada kritik teks (matan). Dengan buku ini, Mahmud Abu Rayyah berusaha membuka kembali fenomena ini dengan mempertanyakan kembali persoalan-persoalan fundamental dalam kajian hadis. Tak ayal bila buku ini dikritik tajam oleh para sarjana Islam di Afghanistan, Irak, Hijaz, Mesir, Syam dan lain-lain. Bahkan G.H.A. Juynboll, orientalis terbesar dalam kajian hadis kontemporer, tak ketinggalan untuk merekamnya dalam disertasinya The Authenticity of the Tradition Literatur: Discussion in Modern Egypt.